KWAGEAN

Melawan Teroris Dengan Menulis

image

Setelah indonesia diramaikan dengan teror sekelompok orang di Sarinah, Jakarta. Banyak dikalangan masyarakat yang mendadak nasionalisme, memasang atribut-atribut dan beberapa hastag seperti #imnotafraid #kamitidaktakut #pray4jakarta dsb. Hal itu dilakukan oleh masyarakat sebagai teriakan bahwa Indonesia bukanlah negara lemah, mereka ingin menunjukkan pada dunia dan kelompok penyerang bahwa rakyat Indonesia siap meladeni para pengusik.
pihak pemerintah sudah berusaha bergerak cepat dan akurat untuk membongkar kedok kelompok ekstrim itu dan berhasil menyimpulkan bahwa mereka dari golongan ISIS. yang memang oleh dunia juga diakui bukan aliran yang baik untuk diikuti. Tapi tidak semua yang melakukan penyerangan berasal dari ISIS, memang pada saat kejadian teror Sarinah  itu ada beberapa indikasi yang mengarah pada kelompok yang mengaku dan membawa-bawa nama islam tersebut.
Dalam media cetak maupun elektronik memberitakan bahwa kejadian Bom yang meledak sampai 6 kali itu, para pelakunya termasuk orang-orang terlatih dan nekat karena berani menunjukkan diri di depan publik dan beberapa kali melakukan baku tembak dengan polisi Indonesia.
Kejadian ini kembali menggambarkan sebuah ilustrasi tindakan yang tidak manusiawi dilakukan oleh manusia, bagaimanakah bisa orang-orang berfikir pendek dan melakukan perbuatan sedemikian kejinya dengan membawa-bawa sebuah agama? Tentunya dari agama manapun apalagi Islam, tidaklah mengajarkan pemeluknya untuk menyakiti orang lain.

Lalu mengapa kelompok seperti itu ada?
Manusia berfikir sedemikian pendek karena dasar dari iman dan pengetahuan islamnya sangatlah dangkal, masih setengah atay bahkan belum cukup untuk dikatakan setengah. Kemudian ada kelompok tertentu seperti ISIS yang mendoktrin mereka baik secara frontal maupun terselubung, tentu orang yang beriman lemah dan dangkal dalam ilmu agama seperti mereka akan mudah direngkuh, apalagi ditambah sedikit saja hujjah “keliru” yang membawa–bawa nama Nabi dan Allah SWT.
Untuk melawan agar masyarakat kita tak terpengaruh oleh hal seperti itu, langkah awal adalah dengan mendidik dengan ajaran yang benar dan sebuah pengawasan dari keluarga. Selain itu para santri khususnya, dan dibantu oleh aktifis yang peduli dengan hal ini harus membuat sebuah tulisan-tulisan baik sebuah buku maupun melalui media internet. Agar kebenaran benar-benar menguasai dunia, agar islam tak lagi dipandang se-keji itu. Bagaimanapun teroris bukanlah ajaran islam, semua orang bisa melawannya yaitu dengan menulis ajaran terdahulu yang kita peroleh dari para Kyai, Ulama-ulama yang memang benar-benar memegang warisan Agama dari Nabi Muhammad SAW berupa syariat dan aqidah-aqidah ahlussunah waljamaah.

karena menulis bisa dilakukan oleh semua orang, perpempuan maupun laki-laki. Dengan tulisan-tulisan yang positif tentu sesuatu yang didapat oleh pembaca juga positif, sayangnya hampir 60% konten di internet dikuasai oleh aliran-aliran yang menyimpang dari Islam namun tetap mencatut nama islam. Inilah yang juga harus dirubah. Mari mulai menulis untuk melawan teroris.